Tuesday, October 29, 2013

CCTV Palembang

Friday, April 19, 2013

Talk show interaktif "CEGAH KANKER SERVIKS''

Assalammualaikum,wr,wb ..Apa khabar Guru-guruku tercinta, beserta Kakanda,Ayunda,Adinda,Saudara2 ku tersayang.. semoga kita semua selalu dalam perlindungan ALLAH SWT.
saya (Sri Rezeki, alumni SMA N 20 PLG lulusan 2007) mewakilkan IRMAWATI,IRMA (Ikatan Remaja Masjid Agung Palembang) utk mengundang Teman2 Alumni (Khusus Muslimah), beserta dewan Guru, untuk dapat Hadir dalam Acara kami Çelebrating Kartini Day's, berupa Talk show interaktif "CEGAH KANKER SERVIKS'' dg tema Sehat Ala Muslimah..
yg akan dilaksanakan pada
hari :Minggu 21 april 2013
pukul : 8 pagi s/d 11 wib
tempat : Masjid agung palembang ruang Darur Rahman lntai 1,
dengan Narasumber dr.Amirah Novaliani SpOG, dan Amrina Rosyada Amd.E
Ini GRATISS ya..Ciuss deh,bakalan dapet Makalah, Snack,SERTIFIKAT + Senyum Panitia ;).. buruan daftar yuk, sekalian temu alumni, dan bakal dapet temen baru dri SMA , Stikes, dan universitas kota PLG. insyaALLAH bermanfaat utk kita semua,
bisa lgsung hub. saya selaku bendahara acara ,
Sri Rezeki 0819 27777 054, 0853 577 33345
atau nmor yg trcantum pd brosur
tlong konfirmasi ya scepatnya,yg mau ikut agar kita bisa prepare sertifikat nya buat kamuuu.. :) boleh ajak temen2 dari Universitas lain deh ( bagi alumni yg kuliah) , eittss jangan lupa... acara ini khusus muslimah ya... Wassalammualaikum Wr,Wb
Mercy ya, silahkan Share


Sumber : http://www.facebook.com/groups/195926497101506/

 

Tuesday, April 16, 2013

Lomba Hijab Cilik "Memperkenalkan Hijab Sejak Dini"

Lomba Hijab Cilik "Memperkenalkan Hijab Sejak Dini"
yang punyo anak, ponakan atau cocong cewek.
umur 2 s/d 10 tahun.
ikutan lomba kami yuuuuuk.

ada hadiah jutaan rupiah.
bazar, photo booth dan talk show.


Klik Untuk Memperbesar Gambar

Sunday, April 14, 2013

Pemilihan Bujang Gadis Kampus Sumatera Selatan 2013

Kamu mahasiswa? Pengen lebih dari cuma sekedar mahasiswa biasa ?

Ayooo ikutilah Pemilihan Bujang Gadis Kampus Sumatera Selatan 2013!!

Persyaratannya adalah:
1. Mengisi formulir pendaftaran scr manual di sekretariat kita atau scr online di http://www.ibgk.disdiksumsel.net/
2. Terdaftar sebagai mahasiswa/i PTN PTS di Sumsel (semua Jurusan)
3. Membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 70.000,-
4. Berusia maksimal 23 tahun dan Belum menikah
5. Membawa surat rekomendasi dari universitas yang ditandatangani oleh dekan fakultas / kaprodi
6. Membawa Foto Kopi KHS terakhir 1 lembar yang telah dilegalisir
7. IPK minimal 2,75 (skala 4,00)
8. Membawa Foto Close Up dan Foto Seluruh Badan masing-masing 1 lembar (ukuran 4R). Dengan
Ketentuan: Kemeja putih, Blue Jeans, Sepatu Kets dengan latar berwarna putih
9. Tinggi Badan Minimal: Bujang 160 cm, Gadis 155 cm
10. Berkepribadian baik dan berdedikasi tinggi terhadap kemajuan pendidikan dan budaya Sumsel.

Berkas pendaftaran dikumpulkan paling lambat 20 April 2013 di Sekretariat: Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan lt.3 Seksi Kesetaraan, Bidang Pendidikan Non
Formal dan Informal Jl. Kapten A. Rivai No.47 Palembang

Contact Person:
Yordi 081532052696
Dea 081214144415
Monic 085273510250
Septi 08980906259
atau mention langsung Official Twitter di @bgksumsel dan fanpage Bujang Gadis Kampus Sumsel.

We challenge you, guys!
Marilah menjadi bagian dari Duta Pendidikan dan Budaya Sumatera Selatan selanjutnya!"
Walaikum Salam



Tuesday, March 19, 2013

Aplikasi iMadeFace

Sudah tau apa itu Aplikasi iMadeFace ?
Ini aplikasi yang cuma bisa diinstal atau dipake di IPhone
ya cuma IPhone, Android ga ada :(
saya juga kecewa :-/

Akhirnya saya meminjam IPhone milik Ketua Komunitas Blogger Wongkito
Kak Ardy Hidayat @rdLimosin dan jadilah iMadeFace punya saya
uwahahahaha.....

dan langsung saya pakai di twitter saya @BabasBingkas , lalu sekarang saya berkeinginan punya IPhone tapi hanya ingin sesaat sepertinya karena saya tidak punya uang.
wkwkwkwkwkwk.....

Monday, February 18, 2013

PALEMBANG

Kota Palembang merupakan kota tertua di Indonesia berumur setidaknya 1382 tahun jika berdasarkan prasasti Sriwijaya yang dikenal sebagai prasasti Kedudukan Bukit. Menurut Prasasti yang berangka tahun 16 Juni 682. Pada saat itu oleh penguasa Sriwijaya didirikan Wanua di daerah yang sekarang dikenal sebagai kota Palembang. Menurut topografinya, kota ini dikelilingi oleh air, bahkan terendam oleh air. Air tersebut bersumber baik dari sungai maupun rawa, juga air hujan. Bahkan saat ini kota Palembang masih terdapat 52,24 % tanah yang yang tergenang oleh air (data Statistik 1990). Berkemungkinan karena kondisi inilah maka nenek moyang orang-orang kota ini menamakan kota ini sebagai Pa-lembang dalam bahasa melayu Pa atau Pe sebagai kata tunjuk suatu tempat atau keadaan; sedangkan lembang atau lembeng artinya tanah yang rendah, lembah akar yang membengkak karena lama terendam air (menurut kamus melayu), sedangkan menurut bahasa melayu-Palembang, lembang atau lembeng adalah genangan air. Jadi Palembang adalah suatu tempat yang digenangi oleh air.



Kondisi alam ini bagi nenek moyang orang-orang Palembang menjadi modal mereka untuk memanfaatkannya. Air menjadi sarana transportasi yang sangat vital, ekonomis, efisien dan punya daya jangkau dan punya kecepatan yang tinggi. Selain kondisi alam, juga letak strategis kota ini yang berada dalam satu jaringan yang mampu mengendalikan lalu lintas antara tiga kesatuan wilayah:
Tanah tinggi Sumatera bagian Barat, yaitu : Pegunungan Bukit Barisan.
Daerah kaki bukit atau piedmont dan pertemuan anak-anak sungai sewaktu memasuki dataran rendah.
Daerah pesisir timur laut.

Ketiga kesatuan wilayah ini merupakan faktor setempat yang sangat mementukan dalam pembentukan pola kebudayaan yang bersifat peradaban. Faktor setempat yang berupa jaringan dan komoditi dengan frekuensi tinggi sudah terbentuk lebih dulu dan berhasil mendorong manusia setempat menciptakan pertumbuhan pola kebudayaan tinggi di Sumatera Selatan. Faktor setempat inilah yang membuat Palembang menjadi ibukota Sriwijaya, yang merupakan kekuatan politik dan ekonomi di zaman klasik pada wilayah Asia Tenggara. Kejayaan Sriwijaya diambil oleh Kesultanan Palembang Darusallam pada zaman madya sebagai kesultanan yang disegani dikawasan Nusantara


Sriwijaya, seperti juga bentuk-bentuk pemerintahan di Asia Tenggara lainnya pada kurun waktu itu, bentuknya dikenal sebagai Port-polity. Pengertian Port-polity secara sederhana bermula sebagai sebuah pusat redistribusi, yang secara perlahan-lahan mengambil alih sejumlah bentuk peningkatan kemajuan yang terkandung di dalam spektrum luas. Pusat pertumbuhan dari sebuah Polity adalah entreport yang menghasilkan tambahan bagi kekayaan dan kontak-kontak kebudayaan. Hasil-hasil ini diperoleh oleh para pemimpin setempat. (dalam istilah Sriwijaya sebutannya adalah datu), dengan hasil ini merupakan basis untuk penggunaan kekuatan ekonomi dan penguasaan politik di Asia Tenggara.

Ada tulisan menarik dari kronik Cina Chu-Fan-Chi yang ditulis oleh Chau Ju-Kua pada abad ke 14, menceritakan tentang Sriwijaya sebagai berikut :Negara ini terletak di Laut selatan, menguasai lalu lintas perdagangan asing di Selat. Pada zaman dahulu pelabuhannya menggunakan rantai besi untuk menahan bajak-bajak laut yang bermaksud jahat. Jika ada perahu-perahu asing datang, rantai itu diturunkan. Setelah keadaan aman kembali, rantai itu disingkirkan. Perahu-perahu yang lewat tanpa singgah dipelabuhan dikepung oleh perahu-perahu milik kerajaan dan diserang. Semua awak-awak perahu tersebut berani mati. Itulah sebabnya maka negara itu menjadi pusat pelayaran.

Tentunya banyak lagi cerita, legenda bahkan mitos tentang Sriwijaya. Pelaut-pelaut Cina asing seperti Cina, Arab dan Parsi, mencatat seluruh perisitiwa kapanpun kisah-kisah yang mereka lihat dan dengan. Jika pelaut-pelaut Arab dan Parsi, menggambarkan keadaan sungai Musi, dimana Palembang terletak, adalah bagaikan kota di Tiggris. Kota Palembang digambarkan mereka adalah kota yang sangat besar, dimana jika dimasuki kota tersebut, kokok ayam jantan tidak berhenti bersahut-sahutan (dalam arti kokok sang ayam mengikuti terbitnya matahari). Kisah-kisah perjalanan mereka penuh dengan keajaiban 1001 malam. Pelaut-pelaut Cina mencatat lebih realistis tentang kota Palembang, dimana mereka melihat bagaimana kehiduapan penduduk kota yang hidup diatas rakit-rakit tanpa dipungut pajak. Sedangkan bagi pemimpin hidup berumah ditanah kering diatas rumah yang bertiang. Mereka mengeja nama Palembang sesuai dengan lidah dan aksara mereka. Palembang disebut atau diucapkan mereka sebagai Po-lin-fong atau Ku-kang (berarti pelabuhan lama).Setelah mengalami kejayaan diabad-abad ke-7 dan 9, maka dikurun abad ke-12 Sriwijaya mengalami keruntuhan secara perlahan-lahan. Keruntuhan Sriwijaya ini, baik karena persaingan dengan kerajaan di Jawa, pertempuran dengan kerajaan Cola dari India dan terakhir kejatuhan ini tak terelakkan setelah bangkitnya bangkitnya kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara. Kerajaan-kerajaan Islam yang tadinya merupakan bagian-bagian kecil dari kerajaan Sriwijaya, berkembang menjadi kerajaan besar seperti yang ada di Aceh dan Semenanjung Malaysia.

Dari sisa Kerajaan Sriwijaya tersebut tinggalah Palembang sebagai satu kekuatan tersendiri yang dikenal sebagai kerajaan Palembang. Menurut catatan Cina raja Palembang yang bernama Ma-na-ha Pau-lin-pang mengirim dutanya menghadap kaisar Cina tahun 1374 dan 1375.Maharaja ini barangkali adalah raja Palembang terakhir, sebelum Palembang dihancurkan oleh Majapahit pada tahun 1377. Berkemungkinan Parameswara dengan para pengikutnya hijrah ke semenanjung, dimana ia singgah lebih dulu ke pulau Temasik dan mendirikan kerajaan Singapura. Pulau ini ditinggalkannya setelah dia berperang melawan orang-orang Siam. Dari Singapura dia hijrah ke Semenanjung dan mendirikan kerajaan Melaka. Setelah membina kerajaan ini dengan gaya dan cara Sriwijaya, maka Melaka menjadi kerajaan terbesar di nusantara setelah kebesaran Sriwijaya.Palembang sendiri setelah ditinggalkan Parameswara menjadi chaos. Majapahit tidak dapat menempatkan adipati di Palembang, karena ditolak oleh orang-orang Cina yang telah menguasai Palembang. Mereka menyebut Palembang sebagai Ku-Kang dan mereka terdiri dari kelompok-kelompok cina yang terusir dari Cina Selatan, yaitu dari wilayah Nan-hai, Chang-chou dan Changuan-chou.

Meskipun setiap kelompok ini mempunyai pemimpin sendiri, tetapi mereka sepakat menolak pimpinan dari majapahit dan mengangkat Liang Tau-ming sebagai pemimpin mereka.Pada masa ini Palembang dikenal sebagai wilayah yang menjadi sarang bajak laut dari orang-orang Cina tersebut. Tidak heran jika toko sejarah dan legendaris dari Cina, yaitu Laksamana Chen-ho terpaksa beberapa kali muncul di Palembang guna memberantas para bajak laut ini. Pada tahun 1407 setelah kembali dari pelayarannya dari barat, Chen-ho sendiri telah menangkap toko bajak laut dari Palembang yaitu Chen Tsui-i. Chen-ho membawa bajak laut ini kehadapan kaisar, kemudian dihukum pancung ditengah pasar ibukota. Namun beberapa toko bajak laut di lautan cina seperti Chin Lien, pada tahun 1577 telah bersembunyi di Palembang dan kemudian menjadi pedagang yang disegani di Palembang. Chiang Lien sebagai pengawas perdagangan untuk cina. sebetulnya kedudukan ini adalah suatu jabatan yang disahkan oleh kaisar dan mempunyai wewenang mengatur hukum, imbalan, penurunan ataupun kenaikan (promosi) bagi warga Cina di Palembang. Dapat dibayangkan bahwa kekuasaan orang-orang Cina di Palembang hampir 200 tahun.